Selasa, 05 Juli 2011

MENUNAIKAN IBADAH HAJI SESUAI SUNNAH RASUL

Resensi Buku

MENUNAIKAN IBADAH HAJI

SESUAI SUNNAH RASUL

Judul buku : Dzikir Dan Doa Dalam Perjalanan Haji Dan Umrah

& Percakapan Bahasa Arab Sehari-hari Di Tanah Suci

Penulis : H. Achmad Zuhdi Dh

Penerbit : Qisthos Digital Press, Sidoarjo

Cetakan I : 2009

Tebal : x + 108 halaman

Setiap tahun Indonesia selalu memberangkatkan jamaah haji sekitar 210.000 ribu orang. Untuk bisa berangkat haji, selain harus siap biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) dan perbekalan lain yang cukup, harus sabar menunggu antrian sampai dengan 10 tahun.

Sebenarnya ada hal yang lebih penting yang harus diperhatikan oleh calon jamaah haji, yaitu mempelajari manasik haji. Menurut Imam al-Nawawi, dalam kitabnya “al-Idhah Fi Manasik al-Hajj wa al-‘Umrah” belajar manasik haji itu hukumnya fardu ‘ain (wajib bagi setiap orang). Sudah menjadi cita-cita bagi setiap orang yang berangkat haji untuk dapat meraih haji yang mabrur. Salah satu kunci meraih haji mabrur adalah melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Rasul. Nabi Saw bersabda: “Lita’khudhuu ‘annii manaasikakum”. (hendaklah kalian melaksanakan ibadah haji sesuai dengan yang aku tuntunkan. HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah)

Salah satu buku yang dapat memenuhi kebutuhan calon jamaah haji adalah buku yang berjudul “Dzikir Dan Doa Dalam Perjalanan Haji Dan Umrah & Percakapan bahasa Arab Sehari-hari Di Tanah Suci”.

Buku ini berisi tuntunan tentang dzikir dan doa dalam perjalanan haji dan umrah sesuai dengan sunnah Nabi SAW, sejak persiapan berangkat dari rumah, kemudian pada saat kegiatan haji dan umrah di Tanah Suci, sampai dengan saat kepulangan ke tanah air.

Selain tentang dzikir dan doa dalam rangkaian ibadah haji, dalam buku ini juga diuraikan secara rinci cara berniat haji dan umrah, cara memakai pakaian ihram baik untuk pria ataupun wanita, cara melakukan tawaf, cara melakukan sa’i, cara memotong rambut atau tahallul. Selain itu juga diuraikan dengan jelas tentang apa saja yang dilakukan oleh para jamaah haji setiap harinya pada tanggal 8,9,10,11,12 dan 13 Dzulhijjah. Termasuk di dalamnya tentang apa yang dilakukan saat mabit di Mina tanggal 8 Dzulhijjah, apa yang dilakukan pada saat wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan apa yang dilakukan saat wukuf dan mabit di Muzdalifah. Selanjutnya juga diuraikan bagaimana cara melempar jamrah ‘aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Lalu bagaimana melempar jamrah ula, wustha dan ‘aqabah pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah saat di Mina.

Selain itu, dalam buku ini juga dilengkapi dengan materi percakapan bahasa Arab sehari-hari yang insya Allah akan sangat membantu dalam berkomunikasi di tanah suci.

(Aba Zia, Hp. 081 758 1229)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar