Kamis, 07 Juli 2011

DOA BERBUKA PUASA

DOA BERBUKA PUASA

&

DZIKIR DAN DOA SETELAH SHALAT WITIR

Oleh: Achmad Zuhdi Dh (0817581229)

A. Doa Berbuka Puasa

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, al-Nasa-i, al-Hakim dan lain-lain menerangkan bahwa Ibnu ‘Umar ra berkata: Rasulullah Saw apabila (selesai) berbuka puasa, beliau membaca doa: “Dzahabadh-dhama’u wabtallatil ‘uruuqu watsabatal ajru insyaa Allah

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله

Artinya:

Telah hilang rasa haus, Urat-urat telah basah, Dan pahala telah ditetapkan, Insya Allah

(Menurut Syekh M.Nashiruddin al-Albani, hadis tersebut hasan/ bagus kualitasnya)

Mengenai redaksi doa buka puasa selain redaksi tersebut di atas, menurut ahli hadis kualitasnya da’if/lemah bahkan ada yang maudu’/ palsu.[1]

B. Dzikr sesudah Shalat Witir

Sesuai hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan al-Nasa’i dengan sanad yang shahih dan juga al-Daruquthni, maka dzikr-dzikr yang biasa dibaca oleh Rasulullah Saw setelah shalat Witr adalah sbb (baca halaman berikutnya):

Subhaanal Malikil Qudduus; X 3

(pada bacaan yang ketiga, dibaca dengan memanjangkan bacaan dan mengeraskan suaranya)

Rabbil Malaa-ikati Warruuh.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

رَبِّ الْمَلاَ ئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Artinya: Maha suci Raja yang Suci 3X; Tuhannya para Malaikat dan Jibril.

C. Doa sesudah shalat Witr

Sesuai hadits riwayat Abu Dawud, Al-Tirmidzi dan al-Nasa-i, dari Ali ra. bahwasanya Nabi Saw biasa membaca doa pada akhir/ setelah shalat Witr-nya dengan bacaan doa sebagai berikut:

Allaahumma innii a’uudzu biridlaaka min sakhatik;

Wa a’uudzu bimu’aafaatika min ‘uquubatik;

Wa a’uudzu bika minka;

Laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta;

Kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ

وَأَعُوْذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ

وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ

لاَ أُحْصِىْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ

كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan dengan keridlaanMu dari kemurkaanMu; Aku mohon perlindungan dengan pengampunanMu dari siksaanMu; Aku berlindung kepadaMu dari Mu; Aku tidak menghitung pujian atasMu, Sebagaimana Engkau telah memuji atas diriMu sendiri”.

Al-Nasa-i dalam kitabnya “Matn ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah” meriwayatkan hadits mengenai do’a setelah shalat Witr tersebut dari ‘Ali ra., ia berkata: “Aku pernah bermalam dengan Rasulullah Saw pada suatu malam, maka aku mendengar Nabi Saw apabila selesai mengerjakan shalat Witr, ia merebahkan badannya sambil membaca doa tersebut”.[2]



[1] Beberapa redaksi doa buka puasa yang dinilai daif / lemah oleh ahli hadis antara lain:

بِسْمِ الله،اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ -

Redaksi doa tersebut diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Ausath. Riwayat tersebut dinilai daif karena terdapat perawi yang dikenal daif yang bernama Dawud bin al-Zabarqan.

اللَّهُمَّ لَك صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ -

Redaksi doa tersebut diriwayatkan oleh al-Daruquthni dalan Sunan-nya. Riwayat tersebut dinilai daif karena terdapat perawai yang dikenal daif yang bernama Malik bin Harun.

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْت وَعَلَيْك تَوَكَّلْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت -

Redaksi doa tersebut tidak jelas sumbernya dari mana (la ashla lahu), karena itu riwayat tersebut dinilai maudu atau palsu.

[2] Al-Nasa-i, Matn Amal al-Yaum wa al-Lailah, 261. Hadits tersebut juga di muat di berbagai kitab di antaranya Ibn al-Qayyim, Zad al-Maad,Vol.I, 88. Dan Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Vol.I, 166.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar